Wednesday, Feb 01, 2023
newspaper logo

Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

656 Views

Sinergimas - Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa pendidikan itu harus memerdekakan manusia. Hal ini sesuai dengan semangat dan ajaran dari Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara. “Semangat Ki Hajar Dewantara ini harus kita ingat semuanya. Bagi Ki Hajar Dewantara pendidikan harus memerdekakan kehidupan manusia. Kemerdekaanlah yang menjadi tujuan,” ujar Presiden Jokowi dalam podcast bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim yang ditayangkan di kanal Youtube Kemendikbud Ristek Ahad (2/5/2021).

Menurut Jokowi, berbekal pendidikan semua orang di Indonesia merdeka untuk menjadi apa saja. Namun dia mengingatkan, “Tapi selain itu harus juga menghormati kemerdekaan orang lain.” Jokowi pun meminta pada Mendikbud Ristek Nadiem Makarim agar membangun sistem pendidikan Indonesia yang bisa memerdekakan manusia sekaligus membangun jiwa raga bangsa.

Dalam podcast tersebut, Jokowi juga bertanya pada Nadiem terkait filosofi Ki Hajar Dewantara. “Coba saya ingin juga bertanya pada Mas Menteri. Apa filosofi Ki Hajar Dewantara yang terkenal di dunia pendidikan?,” ujar Jokowi. Nadiem menjawab filosofi Merdeka Belajar yang baru saja dijelaskan presiden. Selain itu Nadiem menyebutkan filosofi berbahasa Jawa yang berbunyi “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. “Artinya di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, dan di belakang memberi dorongan,” ujar Nadiem.

Esensi dari filosofi tersebut menurut Nadiem, jiwa kepemimpinan dari pendidik itu luar biasa pentingnya. “Dan juga konsep gotong royong yang kita arahkan dalam profil pelajar Pancasila itu sebenarnya merdeka belajar,” katanya. Nadiem menggunakan analogi program Sekolah Penggerak untuk menjelaskan esensi filosofi Ki Hajar Dewantara tersebut. Sekolah-sekolah yang sudah maju yang dinamakan Sekolah Penggerak itulah yang memimpin dan menjadi teladan.

Sekolah di tengah membimbing kelasnya melakukan transformasi di dalam. Sementara sekolah yang masih di belakang diberikan dorongan sekaligus harus meminta ke pemerintah untuk membantu peningkatan. “Itulah filsafat gotong royong dengan memperkuat ekosistem. Kemerdekaan berpikir, berkarya, bertanya itu impian kami di kelas-kelas. Sehingga anakanak ini bisa merdeka dalam menjadi apapun yang sesuai dengan minat dan bakat mereka,” ujar Nadiem.

Tentang Pembelajaran Jarak Jauh

Presiden juga menanyakan soal Pembelajaran Jarak Jauh pada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim di momen podcast Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2021. Nadiem pun mengakui, pembelajaran jarak jauh ini banyak kendalanya. Salah satunya, banyak murid yang tidak memiliki telepon pintar serta akses ke jaringan internet.”Banyak yang nggak punya HP, banyak yang nggak punya koneksi internet. Dan kita melihat di dunia, memang kualitas dari pembelajaran itu ada penurunan,” jawab Nadiem.

Di samping menyebutkan kendala dalam belajar online tersebut, Nadiem juga menggarisbawahi adanya hal yang dipelajari guru-guru dan siswa mengenai platform-platform digital. Nadiem menganggap hal tersebut sebagai kesempatan emas untuk mengikuti perkembangan dan menggunakannya bagi transformasi hybrid. Ketika ditanya soal terobosan menuju transformasi hybrid, Nadiem mengiyakan bahwa ada terobosan untuk menuju ke arah sana.

Nadiem menyebutkan yang pertama adalah digitalisasi sekolah yang merupakan salah satu fokus utama Merdeka Belajar. Nadiem menjelaskan bahwa walaupun pandemi, ada beberapa program yang sudah diluncurkan seperti asesmen nasional sebagai pengganti Ujian Nasional dan survei karakter per sekolah. Menurut Nadiem ini adalah bagian dari tahap awal big data dalam hal digital government.

Selain kedua program tersebut, Nadiem juga menyebutkan Guru Penggerak untuk meluncurkan regenerasi kepemimpinan. Kepala sekolah nantinya akan berasal dari alumni Guru Penggerak. Terakhir adalah transformasi keuangan. Dana BOS kini langsung ditransfer ke sekolah dan kepala sekolah bisa lebih fleksibel menggunakannya.

Ketika ditanya soal teknologi di sekolah-sekolah, Nadiem memastikan bahwa Kemendikbudristek bekerja sama dengan Kominfo untuk menjadikan sekolah sebagai prioritas koneksi internet. Nadiem juga menyebutkan akan adanya rencana distribusi laptop terbesar yang akan dilakukan kira-kira dalam 1 hingga 2 tahun ke depan. Itu dia beberapa pemaparan Nadiem ketika ditanya Jokowi soal Pembelajaran Jarak Jauh yang hingga kini masih mengalami banyak kendala. (red-sumber detik.com)

You May Also Like

Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Sinergimas - Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa pendidikan itu harus memerdekakan manusia. Ha

PT Sentra Teknologi Terapan Kembali Gelas Uji Kompetensi Bidang Pembangkitan

Sinergimas - Untuk kesekian kalinya PT. Sentra Teknologi Terapan (PT.STT) Anak Perusahaan YPK PLN menga

Institut Teknologi PLN dalam World Class University

Institut Teknologi Perusahaan Listrik Negara (IT-PLN) telah berd

About Us

Menara PLN, Jl. Lkr. Luar Barat, RT.1/RW.1, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11750

(021) 5440342

sinergimas@itpln.ac.id dan redaksisinergimas@gmail.com

Contact Us

newspaper logo

Follow us at: