Sunday, Nov 27, 2022
newspaper logo

Mengenal Kendaraan Listrik Hemat Energi Karya Perguruan Tinggi

71 Views

Sinergimas. Berbagai karya inovasi kendaraan listrik hemat energi telah banyak dihasilkan perguruan tinggi. Dengan penelitian dan riset yang semakin gencar diharapkan akan semakin banyak inovasi datang dari kampus. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek, Nizam, mengatakan bahwa kesadaran manfaat teknologi semakin terasa semenjak pandemi. “Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna, tapi harus jadi bagian dari pencipta teknologi. Ini yang kami dorong di perguruan tinggi.

Saya melihat energi kreativitas, kolaborasi, dan mewujudkan teknologi dari teman-teman di kampus, baik di universitas dan politeknik, itu luar biasa sekali,” katanya, melalui siaran pers, Jumat (12/8/2022). Nizam menambahkan, kolaborasi dan akurasi yang digencarkan perguruan tinggi bersama industri adalah kunci penting membangun teknologi yang bermanfaat untuk kemerdekaan belajar.

Dalam peringatan Hakteknas di Kemendikbudristek, terdapat ragam inovasi yang dipamerkan oleh sejumlah perguruan tinggi. Berbagai kendaraan listrik hemat energi dari perguruan tinggi ini hadir di Pameran Hakteknas yang digelar Kemendikbudristek, Rabu (10/8/2022). Ketua Peneliti dari Departemen Desain Industrial, Agus Windharto, dalam kesempatan ini, hadir membawa model kereta cepat, suatu inovasi Kereta Cepat Indonesia yang dibiayai Pendanaan Riset Inovatif Produktif (Rispro) LPDP dan juga skuter mini dan medium bernama “Gesits”, yang dibiayai oleh Program Kedaireka Kemendikbudristek.

Agus menuturkan, kereta cepat ini berkecepatan 250 km/jam. “Jakarta -Surabaya bisa ditempuh tiga jam empat puluh menit. Lebih cepat, aman dan nyaman, karena tidak bertemu perlintasan. Kalau kereta biasa ‘kan ada perlintasan kereta api. Nah, kereta cepat ini tidak. Jadi, dia berada di atas, elevated, dan tidak seperlintasan, sehingga cepat dan aman,” ucap Agus. Skuter Gesits bertipe M1 merupakan skuter mini bermotor 2 kilowatt. Setelah sekali diisi daya, M1 dapat menempuh jarak 50 kilometer.

Sementara itu, skuter medium berdaya 5 kilowatt dilengkapi dua baterai, sehingga bisa menempuh jarak 100 kilo meter. Agus menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah bekerja sama di bidang kereta api cepat bersama industri kereta api di Madiun, yaitu PT INKA. “Kami ikut mendesain di LRT Palembang dan LRT Jabodetabek,” tambah Agus. Oleh karena itu, Agus menuturkan, para peneliti di perguruan dapat berinteraksi langsung dan memahami masalah riil yang dihadapi industri. “Kami juga bisa mengenal seluk-beluk industri. Mulai dari mengidentifikasi kebutuhan konsumen, riset pasar, analisis kompetitor, yang dilanjutkan dengan desain konseptual, dan produksi,” ucap Agus. (Red/ sumber: edukasi.sindonews.com).

You May Also Like

Inovasi Indonesia dan Artificial Intelligence Summit 2020

Sinergimas - Bertepatan dengan hari Pahlawan 10 November 2020 lalu, Presiden RI Joko Widodo meresmikan

Tren Teknologi 2021, Dari Hybrid Cloud, Kecerdasan Artifisial, Hingga Keamanan Siber

Sinergimas - Perusahaan teknologi International Business Machines (IBM) memprediksi layanan hybrid clou

Sentra Teknologi Terapan Serahkan Sertifikat Kompetensi

Sinergimas - Tak kurang dari 19 orang peserta bidang Pembangkit dan 10 orang peserta bidang D

About Us

Menara PLN, Jl. Lkr. Luar Barat, RT.1/RW.1, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11750

(021) 5440342

sinergimas@itpln.ac.id dan redaksisinergimas@gmail.com

Contact Us

newspaper logo

Follow us at: